Thursday, November 01, 2007

Looking to November

Saya belum pernah sekalipun pergi keluar negeri. Ya, selama hidup saya yang belum genap seperempat abad ini, tidak sekalipun kaki ini menginjakkan tanah di luar Indonesia. Pernah 'nyaris', tapi rencana itu batal karena waktu itu saya masih mempunyai sindrom naik pesawat, takut pesawatnya jatuh. Otomatis paspor saya expired tanpa ada satu cap pun.

Dua bulan lalu saya mendapat sebuah email yang membuat saya melompat kegirangan. Email tersebut berisi undangan untuk mengikuti free-workshop di Siem Reap, Kamboja. Penyelenggaranya adalah Angkor Photography Festival, sebuah festival fotografi regional yang akan diadakan untuk ketiga kalinya di Kamboja.



Workshop tersebut tidak dipungut biaya dan ditujukan untuk fotografer muda Asia dibawah 28 tahun dan saya cukup beruntung untuk dapat terpilih sebagai peserta. Yang membuat saya semakin bersemangat adalah tutor yang akan membimbing para peserta, diantaranya adalah Philip-Jones Griffiths dan Antoine D'Agata, dua fotografer dari Magnum, agency foto yang sudah melegenda. Plus saya akan pergi keluar negeri pertama kali, walau yah tidak jauh-jauh amat, masih di Asia Tenggara.

Sudah terbayang dalam pikiran saya, melihat Angkor, situs kota tua yang megah di Siem Reap. Diskusi yang akan saya alami bersama fotografer-fotografer muda lainnya dan fotografer-fotografer senior yang akan datang ke festival yang tentunya hanya akan menambah ilmu dan pengetahuan. Ah ini bagaikan mimpi saja. Mimpi yang menyenangkan karena akan menjadi kenyataan.

Namun kemudian timbul masalah, karena biaya perjalanan ditanggung peserta. Ini masalah karena jelas budget untuk pergi ke Kamboja cukup besar untuk kantong saya. Namun entah bagaimana, datang pekerjaan singkat yang bayarannya pas untuk membeli tiket pesawat, buat paspor dan bayar fiskal yang mahal itu. Beberapa hari kemudian, tidak disangka-sangka AirAsia 'berbaik hati' membuka promo penerbangan baru Jakarta-Bangkok yang ticket fare-nya cuma 350 ribu rupiah. Walau begitu budget saya tetep pas-pasan, itu sebabnya dari Bangkok saya merencanakan akan jalan darat naik kereta ke perbatasan Kamboja untuk mengirit, tapi tentu saja itu membuat perjalanan ini makin seru!

Jadi semua sudah siap, tiket semua sudah dibook, paspor baru sudah ditangan. Saya sudah mantab untuk pergi, tanggal wisuda pun yang bentrok dengan acara ini sudah saya tunda.

Tanggal 14 saya akan berangkat. Yah, berangkat keluar negeri. Semoga bisa membawa sesuatu kembali, foto, pengalaman dan ilmu untuk dibagi. Dan tentunya paspor saya tidak akan kosong lagi!

8 comments:

Wanderer said...

Selamat Bung!
makin mantap!

Anonymous said...

wah..keren banget bro.
Sukses untukmu!
Maju terus..!

-rdt-

anton said...

congrats ya, ron. kalo butuh teman di kamboja, kontak vinitaphorn@yahoo.com. tp dia di phnom penh. dia temenku pas di sana.
kamboja pasti akan jadi objek mnarik utk foto terutama ttg korban perang.
salam buat sungai siem riep. hehehe.

Lius Yansen said...

Wew, congratz Ron :D
Di tunggu nih utk 'menurunkan' ilmu yg didapet dari sana :p

LitZ said...

wahh, selamat ya ron.. pasti seru ya perjalanannya :P
pasti bakal dapat banyak ilmu baru nih :) ditunggu lhooo foto2 perjalanannya :)

dinda said...

waaaaaaaaa.. ronceee...
ntar pulang bagi2 ilmu yaaaaaaaaa

*proud of you!*

Karolus Naga said...

selamat ....

sukses buat seminarnya !!

ronnydm said...

ditunggu oleh-olehnya.....:)
Antoine D'agata bisa diasosiasikan dengan new vision of photojournalism,

selamat....