Tuesday, September 11, 2007

Transportasi di Jakarta


Daily Traffic / Rony Zakaria

Yah, mau cari transportasi yang aman, nyaman dan murah itu susah di Jakarta kalo tidak bisa di bilang mustahil. Busway pun yang paling saya gemari mulai tidak terasa nyaman. Pelayanan yang memburuk menjadi sebabnya. Kalau dahulu petugas busway melayani dengan senyuman ramah kepada para penumpang, sekarang sepertinya senyuman itu dengan sendirinya berganti menjadi teriakan dan makian.


Daily Queue / Rony Zakaria


Itu baru sebagian kecil masalah yang ada di transportasi kita. Belum lagi masalah jalan tol macet, masalah three in one, masalah kereta api yang terlambat, dll. Semua seakan-akan dianggap angin lalu oleh kita dan pemerintah, taken for granted. Solusi? Departemen Perhubungan sepertinya hanya keluar tampang kalau ada kecelakaan kereta api dan pesawat. Kita? Sepertinya terlalu sibuk untuk memikirkan perut daripada memikirkan solusi dan terlampau berpikir pasti sudah ada orang yang mau memikirkan hal ini....


Daily Migration / Rony Zakaria

Kalau saya bisa menentukan aturan untuk transportasi saya akan menerapkan satu hal saja. Semua mobil dan motor pribadi itu dibatasi dan diganti dengan kendaraan sederhana: Sepeda yang ramah lingkungan dan menyehatkan. Untuk yang tidak mau capai? Tentu ada angkutan umum yang aman, nyaman dan murah terjangkau. Tidak ada desak-desakan, tidak ada macet, tidak ada polusi setiap harinya. Sayang pemerintah lebih senang rakyatnya naik motor yang bikin sumpek Jakarta dan mobil-mobil mahal yang kelakuan supirnya seringkali tidak jauh berbeda dengan supir angkot.

Ah, semoga di masa depan tidak sebatas keluhan saja yang bisa saya berikan. Semoga, Semoga.

2 comments:

Karolus Naga said...

entah kenapa yang jam tangan itu mengingatkan aku pada seseorang.. 8->

eftianto said...

wah, pengamatan yang hebat. Foto-fotonya juga bagus. Pengalaman yang sama yang saya temui setiap hari di jakarta. Baca juga tulisan saya tentang hal ini di www.eftianto.co.cc

www.eftianto.co.cc
eftianto.wordpress.com