Thursday, July 05, 2007

Pertanyaan Retorika dan Pengaruh Hidup



Minggu lalu saya bertemu dengan seorang teman, kami dulu sama-sama bergabung dalam sebuah klub komputer saat kuliah. Saat saya memberitahukan bahwa saya sekarang menjadi seorang fotografer, ia tampak terkejut dan tidak menyangka sama sekali, ia melontarkan pertanyaan yang retoris kepada saya "sejak kapan lo suka fotografi?".

Setelah pulang saya mulai memikirkan pertanyaan teman saya itu. Kalau mau dilihat sejarahnya, awal ketertarikan saya pada fotografi apalagi documentary photography bisa dibilang sedikit kebetulan, accidental kalo orang barat ngomong. Adalah dua tahun lalu ketika saya memiliki kamera pertama saya untuk memotret secara iseng-iseng saja. Namun saya mencoba untuk melihat lebih jauh kebelakang, apa sih yang menyebabkan saya tertarik pada fotografi seperti saat ini.

Mengingat-ingat tahun-tahun yang telah berlalu dalam hidup saya, akhirnya ingatan saya tertuju pada sebuah film yang saya tonton ketika saya masih duduk di bangku SMP. Masih segar dalam ingatan saya, ketika itu malam-malam buta saya tanpa sengaja sedang melihat-lihat channel televisi dan kebetulan ada film yang masih di putar di RCTI.

Film itu bercerita mengenai dua orang yang sama sekali tidak saling mengenal, yang pria orang Amerika dan yang perempuan seorang Perancis. Mereka bertemu di kereta yang melintasi kota-kota Eropa secara kebetulan dan memutuskan untuk turun bersama-sama di Vienna (red:Wina) untuk menghabiskan waktu satu hari bersama-sama. Satu hari bersama itu dilalui tanpa rencana, hanya dilakukan secara spontan, mengalir, melihat hal-hal yang baru dan menarik ditambah dialog diantara mereka yang ringan namun bermakna. Film ini habis pada saat kedua orang yang baru bertemu satu hari ini, memutuskan untuk bertemu lagi tahun depan, di tempat yang sama, di waktu yang sama. Bagi anda yang tidak asing dengan cerita ini, ya, film ini berjudul "Before Sunrise".



Sejauh yang saya ingat, film ini membawa pengaruh yang besar pada hidup saya. Saya menyukai dan memutuskan untuk terjun ke dalam fotografi karena beberapa alasan. Salah satu yang paling utama adalah "saya ingin melihat tempat-tempat, hal-hal, orang-orang yang baru dan menarik". Ketertarikan saya untuk melihat hal-hal yang baru sepertinya amat dipengaruhi oleh film tersebut.

Sebuah ide, menjadi seorang yang asing di negeri orang, bertemu dengan orang yang sama sekali belum kita kenal kemudian berjalan bersama melihat "dunia kecil" yang baru sepertinya adalah sebuah mimpi yang indah untuk saya pada saat itu dan sampai saat ini pun ide tersebut tetaplah mengagumkan. Dan fotografi menjadi jalan saya untuk mencapai atau menjalani hidup yang seperti itu, mengalir begitu saja, melihat dan memotret semua yang menarik perhatian saya. Simply, working while enjoying life. Sebuah alasan mengapa saya meninggalkan dunia IT dan komputer untuk fotografi.

Kemarin saya bertemu dengan teman kuliah saya yang lain tanpa sengaja, pertanyaan retoris yang nyaris sama namun tak serupa juga terlontar dari mereka tentang saya yang menjadi seorang fotografer.

Namun kali ini saya sudah mempunyai jawaban sederhana di dalam hati untuk pertanyaan sederhana itu.

"Sejak kecil, sejak sekarang dan sejak hari ini".

2 comments:

Okky Ardya said...

Hiyaa... saya pernah nonton film-nya. Klo gak salah ada sekuelnya, judulnya After Sunset. Film yg menarik krn penuh dialog-dialog yg cerdas tapi tdk membosankan :)
Btw, dr ilmu komputer ke fotografi msh nyambung, kok hehehehe. Klo mo upload foto ato mo bkn situs pribadi kan msh bersentuhan dgn komputer (halah... maksa).

Rony Zakaria said...

ya ada sequelnya yang berjudul Before Sunset, itu bercerita tentang pertemuan pria Amerika dan perempuan Perancis itu kembali. Pemeran filmnya masih sama, Ethan Hawke dan Julie Delphy.

Namun walau tetap dibumbui percakapan yang cerdas dan alur yang mengalir, saya lebih terkesan dengan yang pertama, Before Sunrise.