Thursday, May 17, 2007

Bowo dan Daradjatun

Bowo dan Daradjatun adalah nama belakang dari dua calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Adang Daradjatun. Keduanya akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta agustus nanti. Nama keduanya pasti tidak asing lagi bagi para pengguna jalan di Jakarta. Kenapa? Jalan-jalan di DKI Jakarta dipenuhi oleh spanduk-spanduk, baliho dan poster dengan muka dan nama mereka.


Poster 'Benahi Jakarta!' Adang Daradjatun yang mengotori tembok-tembok ibukota

Yang paling mencolok mungkin Adang Daradjatun. Poster calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tersebar di segala tembok, terminal, angkutan umum, bahkan pada kotak telepon dan tiang listrik sekalipun. Jika anda keluar rumah dan melalui jalan-jalan di Jakarta maka hampir pasti melihat poster tersebut. Poster kuning khas PKS itu menggambarkan muka Adang dan wakilnya Dani Anwar, disertai dengan slogan mereka: Benahi Jakarta!

Banyaknya poster dan spanduk pasangan Adang-Dani membuat Fauzi Bowo, yang merupakan wakil gubernur DKI Jakarta, memberikan ultimatum untuk mencabut semua spanduk yang bernada kampanye. Mengutip dari Kompas (15/5), Fauzi mengatakan pencabutan harus dilakukan karena saat ini belum masuk masa kampanye serta pemasangan atribut kampanye itu justru mengotori tembok rumah dan fasilitas umum.

Namun Fauzi Bowo tidak kalah 'curang', jauh sebelum poster serta iklan kampanye Adang bertebaran di jalan-jalan. Ia sudah lebih dahulu berusaha "memasarkan" dirinya melalui iklan di TV serta spanduk serta baliho berukuran sangat besar di titik-titik strategis jalan protokol Jakarta. Mengenai hal tersebut Fauzi mengatakan bahwa dari spanduk dan baliho tersebut bukan dipasang oleh tim suksesnya "Spanduk dan poster yang mendukung diri saya dipasang oleh partai-partai dan organisasi massa pendukung saya" tambahnya membela diri.

Pertanyaannya adalah siapa yang akan anda pilih pada pilkada Agustus mendatang? Pilihan saya? Selama belum ada calon independen (tanpa partai) tidak ada pilihan yang pasti. Semua calon dari partai politik menghabiskan banyak uang untuk kampanye dan ketika sudah terpilih posisinya menjadi sumber uang untuk 'balik modal'.

Jakarta butuh pilihan lain, calon dari jalur independen seperti pada pilkada Aceh Desember 2006 lalu.

2 comments:

Anonymous said...

independen belum tentu jujur. independen belum tentu tidak di-'backing' oleh group/orang tertentu.

yang penting adalah kandidat yang adil, tidak cuma membalas budi orang yang 'memodali' dia

Bambang Haryanto said...

Salam sejahtera,

Terima kasih Rony Zakaria untuk komentarmu yang menarik di blogku, Suporter Indonesia. Bersama ini saya ingin membalasnya, dengan usulan dan ajakan untukmu : kira-kira Anda tertarik engga pasang banner mesin iklan yang berpeluang menghasilkan uang untuk blogmu yang menarik ini ?

Kali ini tawarannya datang dari situs Virtual Vending (http://virtualvending.net)yang buatan Indonesia. Kalau ada waktu, silakan Anda segera mempelajari situs menarik tersebut. Lalu klik kiri atas pada info “Becoming V2 Partner.” Isilah formulir yang mudah itu dan masukan data blogmu dalam kelompok/kategori yang sesuai/relevan. Untuk isian refferer silakan isi : http://suporter.blogspot.com. Ini blogku tentang suporter dan sepakbola.

Melalui kotak mesin iklan V2 itu (silakan tonton dulu cara kerjanya di blogku Suporter Indonesia (http://suporter.blogspot.com) Anda kelak bisa promosi/menjual produk daerahmu atau bahkan keahlianmu ke seluruh dunia  :-) Apalagi kan gratis dalam memasang mesin iklan ini.

OK, sekian dulu. Semoga obrolan ini ada manfaatnya. Terima kasih.

Sampai obrolan mendatang.
Salam dari Wonogiri.


Bambang Haryanto

PS : Tawaran ini jangan melewati 30 Mei 2007. Sebaiknya Anda lebih cepat mendaftar karena lebih menguntungkan bagi Anda. Karena Anda sebagai refferer akan berpeluang memperoleh imbalan bayaran menarik dari V2.