Monday, January 01, 2007

Akhir sebuah tahun, bukan akhir sebuah perjuangan

Tahun 2006 baru saja berlalu, 2007 telah kita masuki kalender telah diganti, 2006 tinggal sejarah yang ada hanyala 2007 yang akan kita lalui 365 hari kedepan. Namun bagi saya 2006 lebih dari sekedar "hanya" sejarah. Tahun yang baru kita lalui itu menyimpan banyak kesan dan mungkin, ah tidak, bukan sekadar mungkin...tahun 2006 adalah tahun terbaik yang pernah saya alami dalam 22 tahun hidup seorang bujangan ini.

Yah memang 2o06 tidak saya awali dengan baik dan cenderung pesimistis, depresi dan stress berat mengawali 2 bulan pertama, segala menjadi serba tidak jelas, yah saya yang bodoh ini tidak melakukan apa-apa selama 2 bulan itu, hanya mengasihani diri sendiri, seperti menunggu mati saja. Namun saya harus berterima kasih pada teman-teman di Soka Gakkai dan keluarga yang telah memberi semangat sehingga saya bisa mencapai banyak hal di tahun 2006 yang tidak pernah saya bayangkan akan tercapai begitu cepat.

Dimulai dengan diterimanya saya di Galeri Foto Jurnalistik Antara untuk workshop Foto Jurnalistik, saya sungguh senang setengah mati ketika diberitakan diterima dalam kelas yang hanya menampung 16 orang dan harus mengikuti seleksi wawancara dan foto. Bagi saya itu adalah satu tujuan yang sudah tercapai karena dari tahun sebelumnya saya memang ingin mengikuti workshop foto jurnalistik itu dan membayangkan saya bisa termasuk dalam 16 orang yang lolos diterima tidak ada di pikiran saya waktu mendaftar dulu.

Pengetahuan yang bertambah mengenai Jakarta pun saya patut syukuri, yang dimaksud pengetahuan disini adalah seputar angkutan umum, trayek dan jalan-jalan di Jakarta. Yah dulu tidak akan bisa dibayangkan saya duduk di angkutan umum sendiri menjelajai kota Jakarta. Boleh dibilang dan harus saya akui, saya ini dulu pengecut takut nyasar dan tidak bisa pulang hehehe. Dari perjalanan saya dengan angkutan umum saya mendapatkan hal-hal baru mulai dari gambaran sebenarnya bagaimana hidup di Jakarta, lebih fasih dengan arah jalan, sampai bertemu kriminal (ya, saya ketemu copet dan saya sedikit malu mengakui ini, saya dicopet 2 kali pula) walaupun demikian tidak berarti naik angkutan umum itu sangat berbahaya kok, hanya sedikit berbahaya hehehe.

Mungkin pencapaian yang paling tidak saya sangka-sangka adalah publikasi pertama di media. Ya, walaupun cuma berupa foto saja, saya sudah amat senang, tidak, tidak, bukan senang tapi sangat BAHAGIA. Bagaimana tidak, saya fotografer yang baru belajar ini, baru lebih kurang satu tahun memegang kamera tiba-tiba karya fotoku dipublish di majalah mingguan terkemuka Indonesia, time magazinenya Indonesia, TEMPO. Yah memang hanya 2 foto tapi bagi saya itu sangat sangat berarti, tentu saja saya akan memastikan itu bukan publikasi terakhir saya.

Banyak hal yang bisa saya ceritakan tentang 2006, namun cerita diatas saya kira cukup untuk menggambarkan betapa besar arti 2006 bagi saya. Di tahun 2007 ini banyak yang ingin saya capai salah satunya mungkin memperbaiki kehidupan asmara, maklum keluarga sudah risih dengan saya yang selalu sendiri dan adik yang sudah mempunyai pacar, ah tapi bukankah lebih enak sendiri...

Akhir dari 2006 bagi saya bukan berarti akhir dari sesuatu yang indah, ataupun memulai sesuatu yang baru, tetapi lebih pada melanjutkan perjuangan itu. Karena selama hidup, perjuangan selalu ada, ketika kita tidak berjuang sama saja kita dengan mati.

Rony Zakaria

1 comment:

Anonymous said...

Woow diterma nih. Selamat yah.... ahkirnya aku punya juga teman seorang fotografer profesional...

vester