Thursday, November 23, 2006

Kesan pertama di Banda Aceh

Saya tiba di bandara Sultan Iskandar muda pukul 10.08 pagi, sepintas terlihat bandara kota banda aceh itu sangat kecil, tidak bisa dibandingkan dengan Sukarno-Hatta di Jakarta. Keluar dari bandara jelas terlihat bahwa bandara tersebut hanya terdiri dari 2 bangunan sedang yang merupakan terminal kedatangan dan keberangkatan, mungkin hanya 1/50 dari luas bandara Sukarno-Hatta.

Saya dijemput oleh Onik, kawan yang baru saya kenal di Aceh, dia bekerja di NGO redcrescent Turki. Dari bandara kami langsung ke kantornya di daerah dekat peunayong, saya menitipkan barang bawaan di sana untuk kemudian langsung berangkat ke Masjid Baiturrahman yang berjarak hanya 200 meter dari sana. Di Masjid Baiturahman sudah menunggu Samiaji Bintang, wartawan sindikasi pantau, kami sudah berkorespondensi melalui email jauh-jauh hari mengenai tujuan liputan saya dan kedatangan saya di Banda Aceh. Perbincangan berlanjut ke kantor pantau di jl.ratu safiatudin, 100 meter dari masjid.

Kantor 3 lantai itu, sepi lengang, hanya kami berdua dan satu orang lagi (maaf aku lupa namanya). Menurut bintang, di kantor itu hanya dihuni 3 orang saja, sedangkan sekarang direktur sindikasi pantau aceh, Mbak Linda Christanty sedang pergi ke Jepang sampai desember. Selepas makan siang, saya diajak Bintang ke Markas kampanye pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NAD yang mencalonkan diri melalui jalur independen. Irwandi merupakan mantan penasihat militer GAM saat DOM dahulu sedangkan Nazar merupakan ketua presidium SIRA. Terus terang aku agak grogi berbicara dengan mereka, bukan apa-apa, takut salah bicara (kebiasaan jelekku kalo ketemu orang baru, jadi agak kaku, I hate myself for this). Singkat kata saya dikenalkan dengan salah satu tim suksesnya Irwandi dan kami dijanjikan untuk diberikan jadwal kampanye, saya sendiri sudah menyampaikan maksud saya untuk bisa ikut dalam rombongan mereka.

Selesai dari sana, saya mengambil barang bawaan saya di kantor onik, dan bang Bintang dengan baik hati mau mengantarkan saya ke tempat tinggal saya di Banda Aceh, di uleekareng. Disana saya disambut dengan ramah oleh Bang Jawon dan istrinya di rumah mereka yang sederhana namun nyaman. Kesan diaceh selama satu hari ini : PANAS, lebih panas dari Jakarta (serius!), dan nyamuknya banyak bgt. Nanti malam saya rencananya akan bertemu dengan teman-teman Onik di Aceh.

No comments: