Wednesday, September 27, 2006

Twilite Orchestra's Musicademia


Sherina saat tampil bersama Twilite Orchestra

Saya selalu menghargai segala jenis musik, walaupun tidak semuanya cocok ditelinga saya. Musik menurut saya adalah ciptaan manusia yang paling ajaib selain tentunya film. Banyak sekali jenis musik yang saya sukai seperti Country, Jazz, Rock, Blues, Reggae, Alternatif sampai Pop sekalipun (but not boybands!). Musik Orkestra bisa dibilang juga merupakan musik yang sangat bisa saya dengar dan nikmati. Maka ketika Jumat minggu lalu (22/9), ada teman yang menawarkan tiket pertunjukan Twilite Orchestra yang bertajuk Musicademia malam itu juga, saya langsung mengiyakan tawarannya.


Konduktor Twilite Orchestra, Addie MS

Perkenalan saya dengan musik orkestra sebenarnya terjadi ketika saya duduk di bangku SMU, waktu itu saya membeli album kelompok The Scorpions yang melakukan kolaborasi dengan Berlin Philharmonic Orchestra pada lagu Moment of Glory. Namun saya belum pernah sekalipun nonton secara langsung sebuah orchestra, pertama karena harganya mahal, kedua dulu saya itu penakut sekali kalo mau pergi keluar rumah (penyakit xenophobia yang berlebihan). Baru sekarang deh kesampaian nonton orkestra langsung salah satunya karena tiketnya cukup murah, hanya 25 ribu saja.


Addie MS

Pertunjukan malam itu dimulai pada pukul 20.00 di Istora senayan, tempat yang sebenarnya kurang representatif karena aslinya merupakan arena olah raga untuk olahraga bulutangkis dan bola Voli. Pada lembaran program yang dibagikan terdapat 17 buah lagu pada repertoar malam itu. Kebanyakan dari lagu-lagu tersebut merupakan lagu yang fasih kita dengar sehari-hari seperti contohnya Theme dari Magnificent Seven yang juga merupakan theme dari iklan Marlboro, theme dari Mission Impossible dan All I Ask of You dari The Phantom of The Opera serta tidak lupa beberapa simfoni lagu dari game Final Fantasy yang sangat populer. Addie MS selaku konduktor dari Twilite Orchestra menjelaskan tentang tema pada Musicademia malam itu yaitu Patriotissmo yang berarti sangat bersemangat yang menggambarkan lagu-lagu yang akan dimainkan akan mengobarkan semangat patriotik penonton dan itu dibuktikan lewat lagu Indonesia Raya sebagai lagu pertama.


Twilite Chorus yang juga didukung oleh beberapa paduan suara universitas


James Egglestone saat membawakan O Sole Mio

Saya sendiri sangat menikmati simfoni-simfoni yang dimainkan terutama lagu O Sole Mio yang dibawakan dengan apik oleh penyanyi tenor asal Australia, James Egglestone. Selain James, Sherina, Delon dan Kevin Aprillio juga mengisi lagu yang dibawakan oleh TO. Kualitas suara dari Sherina patut diacungi jempol, setelah mampu membawakan dengan sangat baik lagu All I Ask of You yang ia bawakan bersama Delon yang malam itu kualitasnya kalah jauh dibanding yang performer lain. Secara pribadi saya sangat suka pada anchor yang dimainkan oleh TO yang berjudul Plink Plank Plunk karya Leroy Anderson, sebuah komposisi simfoni indah antara biola dan cello yang dimainkan dengan cara dipetik (piccacato).


Sherina yang malam itu tampil anggun


Sherina menyanyikan lagu dari game Final Fantasy

Pada anchor terakhir sebuah musik dari Final Fantasy VII dibawakan TO bersama-sama dengan Twilite Chorus dan band J Rock Wasabi, sungguh mengesankan sebagai simfoni penutup. Akhir pertujukan walau ada beberapa kekurangan seperti sound sistem yang kurang dapat menjangkau seluruh gedung tetapi semua itu tidak mengurangi kekaguman saya. From my opinion a money well spent!.

1 comment:

Stefanie I said...

Keren juga. Wah sayang sekali gue gak ikut.. huuu... Ron, cuma pasang foto gak bisa byangin suara. Masukin dunk suaranya ^^ "Fotografer bangeth sih" :)