Monday, September 25, 2006

150 jam di pulau dewata (6)

Karena mobil sewaan sudah dikembalikan maka hari terakhir kami pun hanya di habiskan di Kuta saja. Kurnia dan Hermanto sibuk mencari oleh-oleh tambahan, Marwanto dan Suwandy bersemangat dalam menjajal papan selancar di pantai Kuta. Sedangkan saya? Cukuplah tidur-tiduran di kamar losmen sambil membaca buku. Bukannya saya ini pemalas, ataupun teramat bosan dengan Bali tetapi sakit akibat berjemur kemarin semakin menjadi-jadi saja.

Satu-satunya cerita di hari itu mungkin Suwandy yang mengeluarkan 250 ribu untuk berselancar selama 1 jam saja. Mengapa semahal itu? Itu karena ia mematahkan papan selancarnya setelah 1 jam menjajalnya di ombak pantai Kuta. Karena peristiwa itu ia pun harus membayar ongkos servis papan tersebut. Jadilah sepanjang sore itu Suwandy dan "kursus selancarnya" menjadi bahan olok-olok yang lain terutama saya yang membutuhkan hiburan untuk menghilangkan sakit di kulit.

Sekitar jam 8 malam kami check out dari hotel untuk terbang kembali ke Jakarta. Kami mendapat penerbangan jam 11 malam dengan maskapai Air Asia, rencana kami sampai di Jakarta pukul 12 tepat WIB. Ketika waktunya boarding kami pun mengucapkan selamat tinggal pada Bali, namun tentunya juga sampai jumpa kemudian, definitely!


Suasana di bandara setelah mendarat di Jakarta

The End

No comments: