Thursday, September 21, 2006

150 jam di pulau dewata (5)

Hari kelima

Hari kelima kami bangun sangat siang mengingat hari yang sangat melelahkan sebelumnya. Kami bangun pukul 11 siang dan hari itu sebenarnya tidak ada agenda perjalanan karena sorenya Andhika harus pulang ke Jakarta lebih dulu untuk menghadiri pernikahan kakaknya. Jadi siang itu kami hanya jalan-jalan di Pantai Kuta yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari hotel tempat kami tinggal. Disana saya hanya berjemur sementara teman-teman berenang disana. Bagi yang ingin berjemur di pantai harap diperhatikan kata-kata saya berikut : Jangan pernah berjemur di pantai tanpa menggunakan UV Lotion seperti yang saya lakukan. Ya, saya berjemur tanpa lotion apa pun seperti layaknya jagoan dan hasilnya setelah 2 jam berjemur badan saya memerah seperti babi guling yang siap di santap.

Sehabis berjemur dan kembali ke hotel kami pergi untuk mengantarkan Andhika ke rumah Pak De-nya, rencananya ia akan terbang ke Jakarta bersama Pak De-nya sore itu. Namun sebelumnya kami makan siang dahulu dengan hidangan khas Bali yaitu ayam betutu yang merupakan hidangan khas daerah Gilimanuk berupa ayam rebus yang diisi dengan bumbu khas daerah sana. Cukup eksotis rasanya menurut saya namun ternyata perut saya tidak cocok dengan rasanya, sehabis mengantarkan Andhika ke rumah Pak De-nya, perut rasanya mulai mulas. Saat perjalanan kembali ke hotel, mobil kami mengalami kecelakaan kecil yaitu ban belakang kami pecah karena menghantam trotoar. Sakit perut pun harus ditahan lebih lama lagi.

Setelah urusan di kamar mandi sudah selesai dibereskan, kita kembali pergi ke mall terbesar di bali yang dikenal sebagai centro yang letaknya persis dipinggir pantai Kuta. Akibat dari berjemur tadi sudah mulai terasa saat itu, badan sudah sakit apabila digerakkan dan rasanya panas serta perih apabila disentuh sedikit saja kulit ini dan itu belum seberapa dengan apa yang akan saya rasakan 4 hari selanjutnya. Jadi pelajaran hari ini adalah jangan sekali-kali berlagak jagoan dengan berjemur tanpa sun lotion.

Hari keenam

Hari ini merupakan kesempatan terakhir untuk melakukan full-day trip namun karena kecelakaan kecil yang kami alami kemarin, kami harus terlebih dahulu membawa mobil sewaan kami ke bengkel. Dengan bantuan kenalannya Suwandy, kami tidak perlu mengalami kesulitan untuk mencari bengkel untuk menservis ban kami yang robek sehari sebelumnya. Kami pun diajak untuk mengunjungi rumahnya yang sedang di renovasi. Setelah pamit dan berterima kasih kami menuju tujuan selanjutnya yaitu Sukawati untuk belanja oleh-oleh.


Berfoto bersama didepan rumah kenalan Suwandy (kedua dari kiri)


Di Sukawati teman-teman saya sibuk untuk menawar dan membeli oleh-oleh, namun saya sendiri tidak terlalu bersemangat dan hanya membeli 2 potong kaus serta kalung titipan teman di Jakarta. Dua tahun lalu ketika saya pertama kali ke Bali, saat belanja ke Sukawati, saya terlalu bersemangat dan akibatnya cenderung boros sehingga sekarang saya lebih perhitungan dan bisa dibilang cenderung pelit (well, I'm on a low budget here!). Setelah semua selesai dengan urusan belanjanya kami tancap gas ke daerah Ubud untuk bertemu teman saya Glen, anggota Soka Gakkai asal Amerika yang saya kenal ketika sama-sama bertugas menjadi fotografer di Kaikan SGI Jakarta, Kemayoran.

Glen sebenarnya amat sibuk terutama pada siang harinya karena ia sedang sibuk mengawasi pembangunan rumahnya di Ubud. Namun sorenya ia dapat menyempatkan diri untuk bertemu dengan saya di TutMak, salah satu restoran di pusat desa Ubud. Ia pun bercerita tentang rumahnya yang baru ia mulai pembangunannya dan akan selesai paling tidak tahun depan, ia tampaknya sangat bersemangat dengan rumahnya itu. Saya dan ia pun berbincang-bincang mengenai banyak hal terutama kegiatan anggota SGI di Bali. Ia bercerita tentang Ubud yang menurutnya sangat menyenangkan untuk ditinggali, sangat nyaman dan tenang dan itu sebabnya banyak seniman baik lokal maupun mancanegara memutuskan untuk tinggal di Ubud. Waktu semakin malam dan kami pun berpamitan setelah sebelumnya ia mengundang saya dan kawan-kawan kembali ketika rumahnya sudah rampung tahun depan.


Glen (center) with the five of us

Perjalanan menuju Ubud merupakan perjalanan kami terakhir di Bali, esok malam kami kembali ke Jakarta.

Bersambung ke hari terakhir....

No comments: