Monday, May 01, 2006

Pramoedya Ananta Toer



Tanggal 30 April 2006, Indonesia kehilangan salah satu sastrawan terbaik Indonesia (jika tidak bisa di bilang terbaik) . Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia pada usia 81 tahun setelah sempat menerima perawatan di ICU RS St. Carolus.

Beliau lahir pada 26 Februari 1925 di Blora, Jawa Tengah. Semasa hidupnya ia dikenal sebagai penulis novel, esei, cerita pendek, dan buku-buku sejarah. Ia pun dikenal sebagai sosok yang berani sebagai penulis sehingga mengakibatkan ia di penjara di pulau Buru. Buku-bukunya yang terkenal antara lain Bumi Manusia, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu dan Arok Dedes. Ia pun disebut-sebut sebagai sastrawan dari Asia Tenggara yang paling berpeluang meraih hadiah nobel sastra.

Saya sendiri tidak terlalu mengenal secara mendalam sosok beliau, namun tulisannya yang membuat saya ingin sekali untuk menulis, menulis dengan baik. Ia pernah mengatakan

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah… Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Kata-kata beliau tersebut membuat saya terpacu untuk menulis, untuk membagi buah pikiran kita kepada yang lain.

Saya sering kali membaca obituari-obituari tokoh-tokoh yang dimuat di koran, namun ketika saya membaca obituari Om Pram, saya tidak percaya ia telah tiada, sungguh-sungguh merasa kehilangan. Kehilangan seorang yang besar.

Selamat Jalan Om Pram!

1 comment:

Shireishou said...

hi Ron! bayu neh.
Sedih juga y. Smoga apa yang dia tinggalkan bisa menjadi pelajaran buat kita smua.

Btw, Blog U bagus banget. knp gak ikutan Blogger award 2006 aja? mau aku daftarin? soalnya kayaknya aku batal ikut (modal nekat pdhl blogku jelek) krn gak ada RSS di blog ku.

gimana?