Tuesday, May 16, 2006

Pembukaan Pameran Foto Dialogue With Nature

Tanggal 14 Mei kemarin, saya bertugas menjadi fotografer untuk dokumentasi pembukaan pameran foto Dialogue with Nature di Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia. Pameran tersebut merupakan pameran foto karya Daisaku Ikeda, Presiden Soka Gakkai International dan beberapa karya fotografer Indonesia. Pameran ini telah berlangsung di beberapa kota di Indonesia sebelumnya seperti di Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan terakhir di Bandung.

Saya tidak bertugas sendiri hari itu, saya bertugas bersama Glen dan Mr. Lam yang sama seperti saya juga merupakan anggota SGI. Saya sudah pernah bekerja bersama-sama Glen sebelumnya pada pembukaan Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia bulan sebelumnya. Ia merupakan anggota SGI yang tinggal di Bali dan berprofesi sebagai fotografer perjalanan (Travelling Photographer). Sedangkan Mr. Lam, saya baru bertemu dan berkenalan dengannya pada kesempatan kali ini. Ia adalah member SGI dari Malaysia yang sengaja datang untuk ikut mendokumentasikan pembukaan pameran ini.

Pameran rencananya akan dibuka pada pukul 19.00 oleh Ibu Wakil Presiden RI, Mufida Jusuf Kalla. Terlihat sebelum acara dimulai penjagaan mulai ketat dengan dipasangnya alat deteksi X-Ray di pintu masuk dan berjaga-jaganya PASPAMPRES di beberapa spot di dalam dan luar gedung. Terlihat pula beberapa penjaga dengan senjata otomatis yang berjaga-jaga di ruang VVIP yang akan ditempati oleh ibu wakil presiden. Sementara itu kami pun sudah bersiap-siap tepat di depan pintu masuk untuk menunggu kehadiran ibu wakil presiden dan mengabadikannya. Terlihat pula beberapa jurnalis dan kamerawan televisi ikut berdiri di dekat kami.

Pada pukul 19.00 rombongan ibu wakil presiden pun datang dan kami pun mulai memotretnya walaupun memang penjagaanya cukup ketat dan tidak terlalu leluasa mengambil gambar tetapi pada akhirnya saya dan Glen bisa mendapatkan beberapa frame yang cukup bagus pada saat itu. Rombongan kemudian bergegas masuk ke ruang VVIP seraya menunggu untuk acara dimulai di lantai 2. Kami tidak dapat masuk ke ruang tersebut karena dijaga oleh sekitar 12 orang bersenjata otomatis lengkap (setidaknya itu yang dikatakan Glen kepada saya).

Saya pun bergegas ke atas untuk mengabadikan acara selanjutnya yaitu pembukaan dengan pidato serta penyerahan penghargaan untuk Dr. Ikeda. Acara pun dimulai ketika ibu wakil presiden sudah memasuki ruangan. Pengamanan cukup ketat (walau tidak seketat ketika presiden datang saat Youth Concert lalu di PRJ) sehingga saya tidak bisa mengambil foto dari atas panggung dan hanya dapat mengambilnya dari sisi kiri atau kanan. Acara pidato dan penyerahan penghargaan berlangsung sekitar 30 menit.

Acara dilanjutkan dengan penarikan pita tanda pembuka pameran oleh ibu wakil presiden di hal auditorium, tempat pameran dilangsungkan. Saya, Glen dan Mr. Lam sudah mengambil posisi yang cukup strategis di dalam ruangan, menunggu penarikan pita namun tiba-tiba saya terhalang oleh jurnalis-jurnalis yang langsung mengerubuti tempat di depan saya. Akhirnya moment tersebut hilang dari tangkapan saya, namun beruntung Glen masih dapat mengabadikannya. Acara dilanjutkan dengan peninjauan foto-foto oleh ibu wapres dan kami pun masih mengikutinya untuk mengabadikannya.

Selesai meninjau ibu wapres kemudian meninggalkan tempat dengan dikawal PASPAMPRES, kali ini kami tidak mendapatkan foto yang baik karena lebih ketatnya pengawalan dibandingkan ketika beliau datang. Namun secara keseluruhan foto-foto yang kami dapat cukup baik dan dapat dipakai untuk publikasi SGI. Setelah ibu wapres meninggalkan tempat, kami kembali ke auditorium untuk memfoto pertunjukkan angklung oleh ibu-ibu. Saya sungguh merasa bahagia mendengarkan alunan musik angklung dari para ibu SGI tersebut. Saya merasa amat tenang dan saya yakin bukan hanya saya sendiri yang merasakan hal ini. Akhir acara, saya dan Glen mengevaluasi foto-foto yang kami dapat untuk di kirim ke Jepang sebagai dokumentasi.

Pukul 10.30 semua pekerjaan pun selesai dan saya pun pulang. Glen kembali ke Bali esok harinya. Ketika saya tiba di rumah, badan terasa capai namun semua itu sepadan dengan hasilnya.


Glen and Me

1 comment:

Anonymous said...

Mana Potonya ron...masa cuma foto diri lu doang

Hady