Saturday, March 25, 2006

Being Electrocuted

Benar, anda tidak salah baca, kemarin saya mengalami pengalaman "disetrum". Namun saya "disetrum" bukan secara tidak disengaja atau tanpa tujuan melainkan untuk cek kesehatan saya. Hari Jumat kemarin (24/3) saya melakukan pemeriksaan EMG (Electromyography) yang bertujuan untuk mencari (pinpoint) letak penyebab kelainan saraf yang sudah saya alami hampir 1 tahun belakangan.

Saya memeriksakan diri dengan EMG di RS Husada ditemani oleh ayah saya. Sebelumnya saya juga sempat membaca bahwa EMG ini prosedurnya sedikit "menyakitkan" karena jarum akan beberapa kali di tusukkan ke otot untuk mengetahui kondisi saraf. Namun saya yang sudah hampir pasrah dengan penyakit saya ini mau tak mau harus menjalaninya. Sudah hampir setahun penyakit ini saya alami dan awalnya hanya gangguan sedikit di mata dan kepala bagian kiri, namun belakangan semakin menganggu dengan timbul gangguan serupa di leher, bahu, dada dan tangan kiri saya. Sudah sekitar 12 dokter yang saya temui dan kebanyakan dari mereka menganggap saya hanya "tegang" dan stress. Bukannya saya tidak mensyukuri divonis sehat dan "hanya" stress tetapi gangguan yang saya alami masih tetap ada dan saya juga tidak merasa stress.

Setelah hampir satu tahun akhirnya saya menemui satu dokter lagi di RSCM, namanya dokter Padmosandjojo yang bergelar professor. Ia menyarankan saya untuk melakukan tes EMG yang akhirnya saya putuskan untuk jalani. Pada pemeriksaan EMG, ada logam yang dilekatkan pada telapak tangan kiri saya dan terdapat sebuah alat yang menyerupai garpu tala yang beraliran listrik statis, beberapa kali tangan saya di "sundut" oleh alat tersebut dan tangan saya bereaksi ketika dialiri listrik statis, rasanya sedikit ngilu pada pertama kali, pada kali kedua, ketiga disundut saya sudah cukup terbiasa. Setiap kali saya selesai di sundut, dokter yang memeriksa saya mengukur reaksi yang terjadi dengan meteran.

Namun ngeri yang saya takutkan tidak sampai disitu, setelah "tahap" pertama, ternyata tahap kedua lebih mengerikan karena melibatkan sesuatu yang saya takutkan yaitu JARUM.....
Pada tahap kedua, jarum yang di hubungkan pada sebuah alat di tusukkan ke otot saya dan dokter menyuruh saya untuk melakukan gerakan mendorong, beberapa kali hal tersebut berulang dengan letak jarum yang berubah-rubah di tangan dan lengan saya. Setelah hampir 15 menit melakukan pemeriksaan, akhirnya pemeriksaan selesai dan saya diminta untuk menunggu didepan.

Setelah menunggu beberapa saat, hasil pemeriksaan pun keluar yang menyatakan bahwa terdapat saraf yang "terjepit" diantara tulang-tulang leher kiri saya. "Akhirnya!" dalam hati saya, karena telah mengetahui apa yang menjadi masalah saya selama ini. Sakit yang saya alami pada pemeriksaan tadi pun seperti setimpal dengan hasil yang didapat. Hari senin saya harus kembali ke dokter Padmo untuk konsultasi penanganan lanjutan. Tapi pada hari itu saya sudah cukup bahagia, "Finally after all this long, I've found a way! for the pain I had on the process....It's worth it!".

Rony Zakaria

3 comments:

bita said...

hi Rony,
salam kenal.
aku nemu blog ini saat mencari tahu ttg EMG setelah disuruh dokter periksa EMG di RS Husada krn tangan kanan sering kesemutan.
boleh nanya ga, setelah ketahuan ada syaraf yg terjepit, terus penanganan lanjutannya apa yach?
thanks.

bita

Aulia said...

Tanggal 2 ini rencananya saya mau EMG dan MRI ulang.. Deg-degan banget.. Pengen denger kabar terbaru dari Mas Rony.. Lanjutkan ceritanya Mas.. Nambahin semangat dan keberanian buat saya.. Semoga happy ending ya.. :)

Agus said...

Salam kenal mas Rony, semoga mas membaca tulisan saya..

Saya mengalami pegal/kaku dibagian leher disertai sakit yang mencengkram dibagian mata.
mungkin karena pekerjaan saya sebagai desainer grafis yang mengharuskan saya banyak duduk lama didepan komputer. saya sudah byk berobat kedokter: syaraf, penyakit dalam,mata,alergi,Akupuntur namun belum diketahui diagnosanya,ada dokter mengatakan saya hanya stress.

Karena belum mendapatkan diagnosa yang akurat, saya pun ke RSHS Bandung untuk memerikasa lebih lanjut di bagian syaraf.dokter menganjurkan saya melakukan MRI,setelah pemerikasaan MRI baru kemudian saya didiagnosa dokter mengalami HNP Cervical (syaraf kejepit di bagian tulang leher).

Lega rasanya akhirnya mengetahui penyebab penyakit saya,meskipun tidak sampai dilakukan EMG.

saat ini saya hanya diberi obat anti nyeri,fisioterapi dan menggunakan Collar neck.setelah satu bulan saya disuruh kontrol lagi untuk mengetahui kemajuannya


bagaimana dengan mas Rony, rasa sakit seperti apa yang mas rony alami.. apakah dokter menganjurkan fisioterapi atau operasi?



terimakasih
Salam Sehat