Thursday, February 23, 2006

Ingin, ingin, ingin...

Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu, banyak sekali

Itulah sedikit penggalan lirik dari lagu tema film kartun Jepang Doraemon yang ditayangkan setiap minggu di RCTI, sebuah stasiun swasta di Indonesia. Saya sendiri penggemar film Doraemon sejak saya kecil sampai sekarang. Namun bukan Doraemon ataupun Nobita yang ingin saya bicarakan dalam tulisan saya kali ini. Adalah kata-kata dalam lirik lagu tersebut yang ingin saya tulis.

Manusia bisa dibilang makhluk dengan segudang keinginan. Contohnya saja saya, keinginan dapat diibaratkan seperti segudang banyaknya. Ingin bisa main gitar, ingin punya pacar yang cantik, ataupun keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Namun pertanyaan terpenting adalah "Bagaimana bisa mencapai keinginan kita tersebut?". Kalau Nobita, tokoh dalam film Doraemon, dapat mendapatkan keinginannya hanya dengan meminta kepada Doraemon, bagaimana halnya dengan kita sebagai manusia di dunia nyata ini?

Di dunia nyata, untuk mewujudkannya harus dibarengi dengan usaha. Semakin besar keinginan yang ingin kita capai tentu saja usaha yang dibutuhkan pasti lebih besar. Seperti halnya ingin makan es krim tentu saja usaha yang diperlukan lebih mudah daripada usaha untuk memenuhi keinginan mempunyai sebuah komputer. Dari semua keinginan-keinginan yang ada, saya ingin memfokuskan pada satu keinginan atau lebih tepatnya pertanyaan yang saya yakin hampir semua orang pernah tanyakan pada dirinya sendiri. "Apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya ini?"

Ketika masih anak-anak, setiap orang pasti pernah ditanyakan "Kalau sudah besar mau jadi apa?". Ada yang menjawab "ingin jadi pilot!", adapula yang menjawab "ingin jadi dokter" atau "ingin jadi presiden!". Saya yakin sejak itulah keinginan utama hidup kita tertanam dibenak kita. Walau memang ketika kecil kita tidak terlalu memikirkannya tetapi semakin bertambahnya usia, dari anak-anak, remaja sampai menjelang dewasa pasti pemikiran tentang keinginan tersebut semakin kuat.

Ada satu istilah dari dunia barat yaitu "American Dream" yaitu suatu keyakinan yang diyakini oleh banyak orang AS, dimana jika berusaha dengan keras dan dibarengi dengan determinasi dan keberanian pada akhirnya tujuan atau keinginan kita akan tercapai. Saya cukup setuju dengan keyakinan seperti itu, namun timbul pertanyaan baru "Bagaimana mempertahankan usaha keras sampai tercapainya keinginan kita?". Pertanyaan itu wajar karena untuk mencapai suatu keinginan tentu saja pasti banyak lika-liku masalah dan hambatan yang dapat membuat kita putus harapan dan berhenti sebelum mencapai keinginan kita.

Hal ini saya alami sendiri, saya mempunyai suatu tujuan, suatu keinginan yang ingin saya capai dalam hidup ini. Dan memang saya rasakan perjalanan untuk mencapai itu sangatlah jauh dan banyak hambatan serta rintangan yang menanti. Dan pertanyaan yang sama juga ada dalam benak saya, "Bagaimana mempertahankan semangat dan usaha keras untuk mencapai tujuan kita?". Saya baru-baru ini membaca buku yang berjudul "Conversation with Youth" yang berisi dialog antara Daisaku Ikeda, tokoh agama Buddha dan budayawan, dengan generasi muda Jepang. Ia (Daisaku Ikeda) mengatakan mengapa orang-orang yang besar dapat mencapai tujuan dan keinginan dalam hidupnya. Ia kemudian melanjutkan bahwa orang-orang tersebut seperti halnya Einstein, Albert Schweitzer, Gandhi dapat mencapai apa yang menjadi tujuan atau keinginan dalam hidupnya karena mereka sadar akan tujuan mereka. Sadar bahwa tujuan dan keinginan yang ingin mereka capai bukan hanya untuk ego dan diri mereka semata tetapi juga menyangkut orang lain dan kemanusiaan. Oleh sebab itu mereka sadar bahwa mereka tidak boleh gagal, karena kegagalan mereka juga merupakan kegagalan dari kemanusiaan. Mereka hanya boleh untuk berhasil.

Kata-kata dari Tuan Ikeda sangat mempengaruhi saya, dan semakin memantapkan saya untuk berjuang mencapai keinginan dan tujuan hidup saya. Tidak semata-mata untuk diri sendiri tapi untuk kemanusiaan. Kita memang tidak mempunyai kantong ajaib seperti halnya Doraemon namun kita punya keinginan untuk menang. Menang dalam perjuangan mencapai keinginan kita

Rony Zakaria

Saturday, February 04, 2006

What Am I Going To Do?

Saya sudah lama tidak menulis selama hampir 2 bulan, setelah diterjang berbagai macam masalah. Kesempatan untuk menulis datang kembali ketika masalah tersebut satu persatu dapat teratasi walau tidak dapat sekaligus. Dengan pikiran yang lebih jernih saat saya menulis tulisan saya ini, ingatan saya kembali me-review, apa yang terjadi pada saya dan apa yang ada dalam pikiran saya pada 2 bulan yang kelam tersebut.

"What am I going to do with my life?", itulah pertanyaan yang sering terpikirkan di benak saya pada masa-masa 2 bulan lalu. Pertanyaan yang tidak dapat terjawab pada saat itu karena semua diliputi kebingungan dan ketidak pastian terutama dari dalam diri sendiri. Karena itu kini saya merasa penting untuk seseorang untuk mempunyai purpose of life atau tujuan hidup. Mungkin pada saat masa anak-anak atau remaja, hal tersebut belum terpikirkan sama sekali apalagi jika semua dialami dengan gembira tanpa kesusahan. Itupun yang saya alami, sebelumnya saya tidak pernah menemukan tujuan yang pasti dari hidup saya.

Saya dahulu selalu berpikir, hidup tergantung dari lamanya kita hidup, karena dengan itu kita bisa memanfaatkan waktu yang lama tersebut untuk menghiasinya. Itu menurut saya ada benarnya pula, namun sesungguhnya lama hidup itu tidak terlalu mempengaruhi hidup kita jika kita telah "bahagia" dalam kehidupan kita.

Kenapa sih orang ada yang takut mati? Banyak orang yang takut akan kematian walau dia telah hidup dengan cukup lama? Bukankah dia sudah menikmati hidup dan bahagia? Menurut saya orang takut akan kematian karena ia merasa belum mendapatkan kebahagiaan sejati dari hidupnya terlepas dari berapa lama dia hidup. Banyak orang-orang yang saya baca, terlepas dari penyakit kronis dan gawat yang mereka idap, mereka tetap menjalani hidup dengan tenang dan tidak takut akan jalan akhir yang akan mereka temui yaitu kematian. Mengapa mereka tidak takut? Karena mereka sudah menemukan kebahagiaan sejati dalam hidup mereka.

Kalau begitu bagaimana kita mencapai kebahagiaan dalam hidup kita? Itu semua tergantung pada masing-masing manusia menurut saya. Karena kebahagiaan itu relatif dan tidak sama untuk semua orang. Karena itu penting bagi kita agar bisa memanfaatkan waktu hidup kita terlepas dari umur panjang atau pendek agar dapat menemukan kebahagiaan di hidup ini. Itu semua dimulai dari diri sendiri, menentukan apa yang ingin kita lakukan pada hidup kita ini, apa yang ingin kita capai? Ada orang yang bijak mengatakan bahwa jika kita bingung dengan hidup kita, mulailah dengan sesuatu yang bisa membuatmu bangga dan senang.

Tujuan hidup saya jika ditanya, cukup sederhana saja sebenarnya, ingin melihat hal-hal baru di dunia ini dan "menceritakannya" pada orang lain. Mengapa tujuan saya demikian? Karena saya merasakannya sendiri. Jika saya diceritakan teman saya tentang suatu tempat misalnya dan saya mendengarkannya maka saya akan excited, namun saya akan lebih tertarik dan gembira jika bisa melihatnya lewat majalah, foto, atau televisi namun tidak ada yang lebih bahagia setidaknya menurut saya jika merasakan langsung di tempat itu sendiri karena kita bisa melihat, "membacanya", "mendengarnya" sekaligus. Namun tentu saja tidak semua orang bisa punya kesempatan untuk melihat secara langsung, karena itu saya mempunyai tujuan untuk selain berpetualang melihat hal-hal baru juga menceritakan dan memperlihatkannya ke orang lain yang tidak dapat pergi langsung, dan membuat mereka lebih excited daripada hanya sekadar mendengarnya saja.

Tujuan hidup adalah milik kita sendiri, dan setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda-beda namun ada satu hal yang sama. Sebelum kita membuat tujuan tersebut kita harus meyakinkan diri kita sendiri sebelum meyakinkan orang lain tentang tujuan hidup kita. Untuk saya, keyakinan itu sudah ada pada diri saya tinggal membuktikannya ke orang lain.