Thursday, December 01, 2005

Peranan media dan publikasi

Kemarin saya membaca majalah National Geographic Indonesia, pada edisi bulan ini, majalah tersebut mengupas beberapa tragedi kemanusiaan yang terjadi di beberapa pelosok dunia, seperti Gempa Bumi di Iran, Tsunami di Aceh, dan pemberontakan di Uganda. Disana saya melihat dan baru benar-benar menyadari bahwa peran media itu sangat besar dalam menentukan besarnya bantuan dan uluran tangan yang disalurkan ke tempat bencana atau tragedi kemanusiaan.

Di Aceh saja misalnya, tragedi tsunami disiarkan ke seluruh dunia 24 jam setiap harinya, 7 hari seminggu melalui gambar-gambar baik di televisi maupun di majalah yang memuat hati pilu dan tersentuh. Dari sana lah kemudian orang seperti berlomba-lomba ingin membantu dengan apapun, makanan, uang , pakaian, simply everything! Bahkan pihak penyalur bantuan pun sudah kewalahan menerima bantuan karena jumlahnya sudah terlalu banyak, seperti di yang saya baca di natgeo bahwa pakaian-pakaian yang disumbangkan jumlahnya sangat banyak dan akhirnya harus dimusnahkan 1 minggu kemudian untuk memberi tempat untuk bantuan lain yang baru datang.

Dari sana saya sadar bahwa memang media mempunyai peranan penting dalam menggerakkan emosi manusia untuk mengulurkan bantuannya kepada yang less fortunate. Namun timbul pertanyaan, apabila terjadi bencana yang lainnnya dan kemudian perhatian media beralih pada bencana yang terkini apakah bantuan tersebut masih akan ada? apakah yang mereka yang menjanjikan bantuan masih akan menepatinya? atau malah memindahkannya ke tempat lain dimana bencana dan tragedi lebih dibanyak disorot karena lebih aktual....

Di afrika sendiri masih terjadi kelaparan dan epidemi penyakit seperti AIDS namun karena publikasinya tidak segencar bencana-bencana seperti tsunami maka bantuan pun seret. Agak ironis memang karena jumlah yang meninggal akibat AIDS dan kelaparan di afrika jauh lebih besar dibandingkan tsunami atau gempa bumi, yang membedakan hanyalah jumlah yang meninggal seketika.

Saya menaruh rasa hormat dan kagum yang paling dalam pada pekerja kemanusiaan yang bertugas di daerah-daerah terjadinya konfilk dan tragedi kemanusiaan, mereka tetap membantu dan peduli walau kebanyakan perhatian sudah beralih ke tempat lain. Saya juga salut dan ingin mengikuti jejak pada jurnalis yang tetap konsisten mengikuti dan memberitakan tentang tragedi-tragedi sampai tuntas, tidak hanya mengikuti aktualitas semata. Untuk itu saya sangat salut dan di masa depan semoga saya bisa menyumbangkan tenaga dan pikiran saya seperti mereka.

Media memang memegang peranan penting di dunia ini, termasuk dalam konflik dan penyelesaiannya, memang media itu dituntut untuk menampilkan aktualitas termasuk tragedi yang aktual. Namun menurut saya mereka harusnya tidak boleh lupa juga bahwa tugas mereka bukan hanya sekadar "let people know about this" tapi juga "let people remember it's not over".
Media sangat penting perannya karena manusia itu cepat lupa dan harus diingatkan. Termasuk saya sendiri.