Wednesday, September 07, 2005

Sebuah Penantian

Dan malam pun kembali tiba dalam hariku
Malam yang kelam
Malam yang sunyi
Malam yang gelap, dimana tiada terang selain bulan

Malam yang sunyi membuatku kembali sepi
Sepi dan rindu akan sesuatu yang hilang
Yang telah lama hilang dari jiwaku
Yang membuat jiwaku tak lengkap lagi

Kerinduanku telah membeku menjadi sebuah penantian
Penantian dalam kegelapan malam akan datangnya harapan
Dalam kekelaman malam yang pekat ku telah lama menanti
Akan datangnya harapan yang tak kunjung tiba

Akankah ia datang kembali menemani jiwaku?
Ataukah penantian ini hanyalah seperti sepercik api di tengah malam yang gelap gulita
Yang padam selamanya dan meninggalkan kerinduan yang tak terobati
Rasanya jiwaku telah lelah menunggu
Menunggu akan sebuah ketidakpastian

Jiwa ini telah lama menunggu sebuah jawaban
Akan kesepian dan kehilangan yang amat dalam
Yang akan sirna ketika sinar pagi datang
Mengusir semua kegelapan malam yang pekat untuk sementara waktu

Namun diriku akan selalu menanti datangnya malam
Sampai saat ketika aku tak akan lagi merasa rindu
Takkan lagi menunggu
Takkan lagi menanti
Saat dimana pagi tak perlu kunanti karena malam tak lagi sepi

Andai aku tahu kapan saat itu akan datang
Saat aku tak akan lagi resah dan gelisah
Namun aku hanya bisa terus menanti dalam kerinduan malam
Sambil terus berharap akan datangnya saat itu
Saat yang selalu ku nanti

Rony Zakaria - 6 September 2005