Monday, September 19, 2005

Pasar Baroe

Minggu, 18 September 2005 saya berpergian sendiri ke pasar baru kota. Sebenarnya rencana hari itu adalah menuju stasiun kota (beos) untuk kembali melanjutkan proses dokumentasi stasiun itu yang belum terselesaikan pada kunjungan saya sebelumnya bulan Juli lalu.

Tujuan saya hari itu sebenarnya bukan ke pasar baru namun ke Galery Jurnalistik ANTARA yang dari dulu ingin saya kunjungi untuk sekadar melihat-lihat atau berkenalan dengan orang-orang yang ada didalamnya. Namun apa daya ketika saya sampai di Galery ANTARA saya hanya diterima oleh satpam karena disana sedang tidak ada pameran dan tidak ada orang selain mereka. Saya pun keluar dengan sedikit kekecewaan, namun tidak kapok untuk lain datang di lain waktu (pelajaran : telp dulu kalo mau datang lagi).

Ketika melintas di daerah pasar baru, saya melihat banyak hal yang menarik untuk didokumentasikan dan membuat saya berpikiran untuk mengambil beberapa foto. Hal itupun saya lakukan setelah saya makan siang. Saya menghabiskan kira-kira 25 frame disana, agak terburu-buru mengambilnya sehingga ada beberapa kesalahan teknis yang baru saya sadari ketika sampai di rumah. Pengalaman saya mengambil beberapa foto di sana sebenarnya hampir sama ketika saya mengambil foto sebelumnya namun ini adalah pengalaman pertama saya mengambil foto sendiri (biasanya berdua atau bertiga). Seperti biasa pula, setelah mulai memegang kamera saya dan mulai menekan tombol rana, pikiran pun seperti kerasukan dan semua pandangan yang tertuju pada saya (pas saya moto saya banyak diliatin seperti halnya artis sinetron) pun tidak saya indahkan karena sudah asyik dengan moment dan objek yang ada. Walaupun saya cuma mendapatkan 2 buah objek disana, namun itu merupakan pengalaman tersendiri bagi saya. Banyak sekali moment dan objek yang sangat menarik untuk didokumentasikan, saya akan kembali lagi ke sana jika ada kesempatan.

Selesai moto-moto di pasar baru, saya kembali berjalan kaki ke depan istana merdeka untuk naik busway. Ternyata cukup jauh juga jika ditempuh dengan berjalan kaki, kaki terasa mulai pegal dan saya pun melanjutkan perjalanan ke Plaza Indonesia via busway. Tujuan saya ke plaza Indonesia adalah untuk mencari sebuah buku yang sampai sekarang belum saya temukan di Jakarta. Judul buku itu adalah Inferno, yang berisi foto-foto karya fotografer James Nachtwey. Setelah keliling-keliling ternyata buku tersebut juga tidak terdapat disana (and the searching continues...) dan saya pun memutuskan untuk pulang.

Saya kemudian mampir ke kampus syahdan, berbincang dengan teman-teman sampai jam 8 malam. Saya pun pulang, badan cukup letih, kaki sedikit pegal namun pikiran saya segar mendapat pengalaman baru hari ini.

2 comments:

Edennya said...

hahaha.. jgn gaptek gitu donk ron.., kan ada telepon, hehehe..
gaya nih kaya artis, ada juga dibenak mereka : "nih siapa yach.. baru datang dari luar negeri atau dari desa.. moto2 aneh2 gitu.." hehehe ..:p
teruskan perjalananmu.. ke tempat keinginan n harapanmu..
Nb : aduhh.. pegi sendirian.. kacian dech lu.. ( canda zak.. hehe )

Meet New Peoples said...

Hi friends,

How are you and how was the day?

Excellent Information!! If you would like to see more great Tips & Information follow me..........
Discount London Hotels Information
Paris Hotels Information
Cheap New York Hotels | Discount New York Hotels
Best Investment Advice | Online Investment Information
Washington Hotels Information
Free Online Dating Tips
Online Dating Tips
Internet dating advice, safe dating advice
Web Hosting Resources Central
Advertising tips | Effective advertising techniques
Online Casino Games
Video Information so, please use this websites for u & for your friends OR please don’t remove this comment.


Best Regards,
Travel