Thursday, September 22, 2005

Melihat Pameran CP Biennale

Kemarin, 22 September 2005, saya bersama 5 orang teman saya (Sonny, Stefanie, Mickey, Akbar dan Jansson) pergi untuk melihat pameran yang bertajuk CP Biennale di Museum Bank Indonesia. Banyak sekali 'hambatan' untuk melihat pameran tersebut. Dimulai dari waktu berangkat dari kampus yang molor sampai 30 menit.

Kamipun berangkat ke Bank Indonesia menggunakan sepeda motor (saya di dibonceng sonny), ketika sampai disana kami mendapat ID untuk masuk BI dengan KTP sebagai jaminannya. Hal kedua yang membuat kaget namun lucu pada akhirnya adalah ketika id dari stefanie hilang (jika hilang maka harus menebus 50 ribu) namun akhirnya ditemukan juga di dekat motor sonny, hal tersebut menjadi bahan olok-olokan kami kepada stefanie sepanjang hari itu. Ketika memasuki gedung BI, kami bertanya kepada salah seorang pegawai yang bekerja disana, dimana pameran CP Biennale berada? Ternyata kami melakukan kesalahan bodoh (lebih tepatnya saya) karena pameran tersebut berada di Museum Bank Indonesia - KOTA, yang berada di depan stasiun Kota.... Kami pun kembali ke parkiran motor dan bertanya kepada satpam disana "memang disini ga ada pameran foto yah?", satpam tersebut mengatakan tidak ada dan tiba-tiba petugas lainnya nyeletuk "Mau lihat anjas bugil yah?", kami pun spontan tertawa karena memang itu yang ingin kami lihat.

Kami pun menuju Museum Bank Indonesia - Kota di seberang Stasiun Kota Beos. Sesampainya disana kami pun cukup yakin tidak melakukan kesalahan yang sama karena terdapat spanduk besar yang bertuliskan CP Biennale 'Urban Culture' di depan bangunan tua itu. Kami pun mulai berkeliling melihat-lihat karya seni yang ada. Ada beberapa karya seni yang cukup menarik bagi saya terutama penataan ruangan tempat pelacuran dan penataan ruang sebuah kantor. Saya sendiri selain ingin melihat foto Anjasmara dan model Isabel karya Davy Linggar juga ingin melihat foto-foto human interest Sigit Pramono. Namun kami sudah hampir satu jam lebih keliling dan belum menemukan foto 'Anjas bugil'. Sampai kami keliling 2 kali pun belum juga ketemu, akhirnya kami pun menyerah dan memutuskan untuk pulang. Sesampainya di depan kami bertanya tentang foto 'Anjas bugil' itu, ternyata foto taman eden karya Davy Linggar itu sudah tidak ada, Pantas nggak ketemu! Kami pun sedikit kecewa walau cukup senang bisa melihat karya-karya seni yang menarik.

Pulang kami makan dulu di KFC citraland sambil ngobrol-ngobrol kira-kira 1 jam. Kami pulang, saya nebeng motornya Jansson karena Sonny mau langsung ke tempat anak lesnya.