Thursday, August 25, 2005

Dilema Masa Depan

Kira-kira setahun lagi, saya akan menyelesaikan kontrak kerja saya dengan Universitas Bina Nusantara dan enam bulan setelahnya akan lulus kuliah. Hal inilah yang membuat saya mulai berpikir tentang masa depan saya, setidaknya masa-masa setelah saya keluar dari Binus nanti.

Saya mempunyai setidaknya 2 pilihan apa yang harus saya lakukan nanti, yang pertama adalah bergelut dengan dunia IT dan programming sesuai dengan latar belakang pendidikan saya dan perkerjaan saya saat ini di Binus, yang kedua adalah 'banting setir' menjadi seorang jurnalis foto, sebuah profesi yang saya anggap sangat menantang dan menyenangkan.

Jika saya harus membuat pilihan ini setahun lalu, pilihan pertama akan saya tempuh tanpa pikir panjang, berkarir dalam bidang IT, cita-cita yang sudah tertanam dalam benak saya ketika mulai kuliah di Binus. Namun ketika pilihan itu dihadapkan kepada saya saat ini, saya ragu untuk memilih salah satu dari option-option yang saya punyai.

Berkarir di bidang IT, merupakan karir yang hampir pasti dijalani oleh hampir semua lulusan Binus jurusan komputer, banyak pula alumni Binus dan alumni lab software yang sukses dan menceritakan keberhasilannya kepada rekan-rekan yang masih di lab. Setelah mendengar dan melihat sendiri senior-senior dan teman-teman saya sendiri yang telah bergelut di bidang IT, saya melihat karir yang mereka jalani kebanyakan lebih mengejar keamanan finansial dan kedudukan (promosi) dan kegunaan dari profesi mereka menurut saya hanya untuk perusahaan mereka bekerja dan diri mereka sendiri. Hal ini tentu saja sangat wajar, karena hampir semua pekerjaan seperti itu, untuk mencari uang, namun saya tidak yakin saya bisa menjalani karir yang seperti itu. Bagi saya karir yang akan saya jalani idealnya harus dapat dinikmati bukan karena saya akan menerima gaji di penghujung bulan namun mengetahui bahwa perkerjaan saya ini berguna untuk orang lain dan tentu saja dapat saya nikmati.

Saya pernah mencoba memposisikan diri saya apabila saya memilih untuk berkarir dibidang IT, saya membayangkan secara best-case apabila saya sukses di karir saya maka dalam 5-7 tahun saya dapat melihat diri saya yang berpakaian kemeja rapi, dengan rambut yang tersisir rapi serta handphone yang ditaruh di pinggang juga tidak lupa mobil yang akan saya gunakan untuk pulang pergi setiap harinya dari rumah ke kantor. Kemudian saya berpikir, apakah kehidupan seperti itu yang saya inginkan? Mungkin bagi orang lain iya, namun bagi saya (terlepas dari keamanan finansial yang didapat) alangkah bosannya hidup saya seperti itu, pergi ke kantor setiap hari duduk di meja menjawab telp dari klien kemudian pulang kerumah, rutinitas yang berlangsung setiap harinya. Dapat mengetahui dan membayangkan masa depan saya yang seperti itu (itupun best-case) , menjalani pilihan itu seperti seakan takluk pada takdir (dimana saya amat tidak percaya akan takdir). Namun memang keamanan finansial menjadi dambaan semua orang termasuk juga saya, faktor itu yang menjadi alasan mengapa saya tetap mempertimbangkan pilihan ini.

Pilihan kedua saya yaitu menjadi jurnalis foto (photojournalist). Mungkin kedengarannya sedikit aneh, seorang yang tidak mempunyai latar belakang jurnalistik ingin terjun ke dunia jurnalistik.
Tapi selama ini ketika saya mencoba untuk terjun ke lapangan untuk mendokumentasikan kegiatan, kehidupan sosial manusia saya merasakan sesuatu yang lain yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Perasaan puas ketika bisa mencapture sebuah moment yang indah ataupun yang tragis adalah tidak ada duanya yang mungkin hampir sama dengan perasaan seorang pesepakbola ketika mencetak gol. Perasaan yang tidak pernah saya rasakan selama ini dalam menjalani pekerjaan saya dalam bidang IT di Binus. Faktor kegunaan juga menjadi pertimbangan saya mengenai pilihan saya ini, menurut saya menjadi seorang jurnalis foto akan mempunyai banyak kegunaannya tidak hanya untuk diri saya seorang namun juga orang lain. Suatu hal yang sangat membahagiakan bagi saya jika saya bisa berguna untuk orang lain, apalagi bagi orang lain yang tidak saya kenal sekalipun. Selain perasaan puas dan berguna saya juga bisa melihat diri saya yang belum pernah saya lihat sebelumnya dimana diri saya yang tadinya amat paranoid sehingga amat berhati-hati dan cenderung takut dengan dunia luar kini saya bisa lebih terbuka dan berani berpetualang untuk melihat hal-hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya.

Terlepas dari semua kepuasan dan petualangan yang ditawarkan oleh profesi ini juga disertai dengan hambatan yang tentu saja lebih besar, kalau boleh dianalogikan jalan untuk menjadi jurnalis foto adalah seperti jalan yang rusak dan penuh dengan lubang dibandingkan dengan dunia IT yang bisa diibaratkan seperti jalan tol yang hampir selalu lancar, karena dengan memilih menjadi seorang jurnalis foto saya akan memulai nyaris dari nol jalan karir saya berbeda dengan karir di bidang IT yang sudah pernah saya kerjakan seperti saat ini.

Dengan pertimbangan-pertimbangan inilah saya harus berpikir keras akan dibawa kemana masa depan saya ini, apakah ingin berjuang kembali dari nol demi menjalani profesi yang saya idamkan atau tidak mau ambil resiko dengan mengambil jalan yang sudah saya kenal. Mengutip kata-kata James Nachtwey, seorang fotografer yang menjadi inspirasi saya, "Before I start convincing others, I have to convice my self first". Sesuatu yang amat tepat bagi saya, sebelum saya memutuskan terjun ke dalam dunia jurnalistik yang penuh resiko saya harus meyakinkan diri saya sendiri dulu, dengan pertanyaan "Am I good enough?" pertanyaan inilah yang harus dapat saya jawab sebelum memutuskan satu dari pilihan-pilihan itu.

4 comments:

Stefanie I said...

Humm susah juga ya.. Gue berpikir dunia IT sbg Profesi dan Photograpehr sbg Hobby.. Kalo IT lo punya modal pendidikan dan pengalaman, Kalo Photographer, lo punya pengalaman.. Kenapa sambil menjalani profesi lo mengerjakan hobi sebagai freelance jurnalis. Spt seorang pekerja kantoran yang freelance sbg dosen..

(Kepribadian ganda? benarkah? Emang lo ga pernah mengalami hal itu ya??

Fany said...

Hallo Ron...
Kok loe pake blogger skrg? Bukannya dulu punya domain sendiri??

Vendy said...

Banting stir ? Bukannya menantang tu ? Kynya si enak kl jd jurnalis, tp kl bisa dijalanin, so what ? Masalah banting stir 180 derajat ini, ga usa dipikirin lama2 lah. :P

Meet New Peoples said...

Hi friends,

How are you and how was the day?

Excellent Information!! If you would like to see more great Tips & Information follow me..........
Discount London Hotels Information
Paris Hotels Information
Cheap New York Hotels | Discount New York Hotels
Best Investment Advice | Online Investment Information
Washington Hotels Information
Free Online Dating Tips
Online Dating Tips
Internet dating advice, safe dating advice
Web Hosting Resources Central
Advertising tips | Effective advertising techniques
Online Casino Games
Video Information so, please use this websites for u & for your friends OR please don’t remove this comment.


Best Regards,
Travel